Apa itu Facial ?

facial wajah
Kaum wanita pada umumnya suka melakukan facial. Ini merupakan perawatan yang memang harus dilakukan, terutama untuk kaum wanita berusia 12 tahun ke atas. Semakin tambah umur, facial makin penting karena pengelupasan kulit matinya makin sulit.

Itulah penilaian ahli yang disampaikan dr Santi Mismeriyanti, dokter antiaging (anti penuaan kulit) dari Universitas Udayana Bali yang juga alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.

Facial didefinisikan sebagai perawatan wajah. Orang memencet-mencet wajah sendiri untuk mengeluarkan komedo juga termasuk facial. Tidak sedikit orang awam menjalani facial di rumah sendiri, dengan mencuci wajah asal-asalan. Atau, mereka merasa cukup mengoleskan krim di kulit wajah.

“Padahal apa yang dilakukannya di rumah tidak bisa menghindar dari ancaman penuaan dini,” kata dokter yang lebih akrab dipanggil dr Merry Mars ini.

Facial hendaknya dilakukan di tempat perawatan, karena akan dilakukan sesuai prosedur – standard klinis internasional – yakni adanya proses pengelupasan kulit (scrub).

“Scrub itulah yang memegang peranan penting. Ini karena kulit wanita umumnya terkena sinar matahari, ada yang mengalami pigmentasi kulit bahkan alat KB yang kita pakai kadang menimbulkan pigmentasi di kulit kita, sering tumbuh komedo,” ujar Pemilik dan Pengelola Wellness dr Merry Center Antiaging Beauty di Palembang ini.

Selain scrub, ada antipenuaan melalui proses pijat. Proses ini bermanfaat membantu perawatan kulit serta melancarkan aliran darah agar tetap lancar. “Jadi facial penting banget, biar nggak jerawatan, berkomedo,” tuturnya.

Facial dilakukan berdasarkan pertumbuhan kulit yang waktunya sekitar 2-3 minggu. “Jadi kalau sudah 2-3 minggu, baru boleh diulang facialnya. Karena harus menunggu pertumbuhan kulit dulu,” tambah dr Merry.
Lain halnya bila kita menempuh facial oxygen atau facial serum, kata dia, nggak masalah dilakukan setiap hari karena tidak ada prosedur pengelupasan kulit. Biasanya tempat-tempat perawatan menyediakan mesotherapy yang hanya mengisi serum pada kulit wajah tanpa pengelupasan. Artinya kulit hanya diberi vitamin. Berbeda dengan facial di mana ada prosedur scrub.

Lalu apa rekomendasi dr Merry untuk wanita, apakah harus facial lengkap atau cukup facial serum? “Untuk pertimbangan biaya saja, kalau hanya memberi serum bisa dikerjakan di rumah sendiri. Nah, kalau facial seutuhnya bisa dilakukan 2-3 minggu sekali di tempat perawatan. Di mana saat peeling pun akan diberi serum,” jelasnya.

Facial bisa dilakukan di banyak tempat perawatan, baik salon, klinik, maupun di bagian fisioterapi kecantikan. Ini karena ahli kecantikan itu sangat banyak. Ada ahli kecantikan dari sekolah khusus kecantinkan, ada juga dokter antiaging yang spesialisasinya bagaimana merawat kulit agar terhindar dari tanda-tanda penuaan dini (keriput), namun ada pula ahli kecantikan di bagian Rehab Medik (Fisioterapi Kecantikan).

Orang awam pun bisa melakukan facial asalkan belajar. Mereka yang sudah belajar bisa melakukan facial sesuai prosedur.

“Bedanya, jika facial ditangani tenaga medis, mereka lebih tahu kondisi kulit pasien. Misalnya, saat wajahnya meradang, seorang ahli medis sudah tahu apakah perlu memberi serum atau tidak. Ini saja bedanya dengan tenaga facial biasa,” katanya.

Ahli medis lebih bisa menilai apakah kulit wajah pasien tumbuh jamur atau tidak, dan bagaimana langkah yang perlu dilakukan. Jadi, kita bisa memilih ke mana kita akan facial.

Meski perawatan ini penting, wanita dalam kondisi tertentu disarankan menghindari facial. Mereka yang tidak boleh facial, lanjut dr Merry, adalah mereka yang kulit mukanya dalam kondisi luka apalagi luka sayat, sebab dikhawatirkan lukanya semakin parah dan menyebar. Selain itu juga orang dengan gangguan kanker kulit.

“Kalau orang dengan gangguan kanker kulit melakukan facial, sama saja kita memberi nutrisi kepada kanker di kulitnya. Karena dalam facial ada proses massage yang berarti menambah nutrisi,” tandasnya.
Previous
Next Post »